SMAN 4 Pasuruan

BULETIN UPT SMA NEGERI 4 PASURUAN

MEMBUDAYAKAN SEKOLAH HIJAU

Penghijauan adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Banyak fakta yang menunjukkan bahwa tidak jarang pembangunan dibangun di lahan pertanian maupun ruang terbuka hijau. Padahal tumbuhan dalam ekosistem berperan sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi potensial untuk makhluk lainnya dan mengubah CO2 menjadi O2 dalam proses fotosintesis. Sehingga dengan meningkatkan penghijauan di persekolahan berarti dapat mengurangi CO2 atau polutan lainnya yang berperan terjadinya efek rumah kaca atau gangguan iklim. Di samping vegetasi berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik, juga berperan estetika serta kesehatan jiwa. Mengingat pentingnya peranan vegetasi ini terutama di persekolahan untuk menangani krisis lingkungan maka diperlukan perencanaan dan penanaman vegetasi untuk penghijauan secara konseptual.
Dari berbagai pengamatan dan penelitian ada kecenderungan bahwa pelaksanaan penghijauan belum konseptual, malah terkesan asal jadi. Memilih jenis tanaman dengan alasan mudah diperoleh, murah harganya dan cepat tumbuh.
Penghijauan Sekolah
Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Ada pula yang mengatakan bahwa penghijauan sekolah adalah suatu usaha untuk menghijaukan sekolah dengan melaksanakan pengelolaan taman-taman sekolah, taman-taman lingkungan, jalur hijau dan sebagainya. Dalam hal ini penghijauan persekolahan merupakan kegiatan pengisian ruang terbuka di persekolahan.
Pada proses fotosintesa tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H12O6 serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan.
Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik. Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama. Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya. Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.(Zoer’aini Djamal Irwan,1996).
Begitu pentingnya peranan tumbuhan di bumi ini dalam menangani krisis lingkungan terutama di persekolahan, sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan penghijauan persekolahan sebagai unsur hutan sekolah.
Penghijauan berperan dan berfungsi (1) Sebagai paru-paru sekolah. Tanaman sebagai elemen hijau, pada pertumbuhannya menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk pernapasan; (2) Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar; (3) Pencipta lingkungan hidup (ekologis); (4) Penyeimbangan alam (adaphis) merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam bagi satwa yang hidup di sekitarnya; (5) Perlindungan (protektif), terhadap kondisi fisik alami sekitarnya (angin kencang, terik matahari, gas atau debu-debu); (6) Keindahan (estetika); (7) Kesehatan (hygiene); (8) Rekreasi dan pendidikan (edukatif); (9) Sosial politik ekonomi.
Seperti yang dikemukan oleh Eckbo (1956) bahwa pemilihan jenis tanaman untuk penghijauan agar tumbuh dengan baik hendaknya dipertimbangkan syarat-syarat hortikultura (ekologikal) dan syarat- syarat fisik. Syarat hortikultural yaitu respons dan toleransi terhadap temperatur, kebutuhan air, kebutuhan dan toleransi terhadap cahaya matahari, kebutuhan tanah, hama dan penyakit, serta syarat-syarat fisik lainnya yaitu tujuan penghijauan, persyaratan budi daya, bentuk tajuk, warna, aroma.
Unsur Hutan Sekolah
Fungsi dan manfaat hutan antara lain untuk memberikan hasil, pencagaran flora dan fauna, pengendalian air tanah dan erosi, ameliorasi iklim. Jika hutan tersebut berada di dalam sekolah fungsi dan manfaat hutan antara lain menciptakan iklim mikro, engineering, arsitektural, estetika, modifikasi suhu, peresapan air hujan, perlindungan angin dan udara, pengendalian polusi udara, pengelolaan limbah dan memperkecil pantulan sinar matahari, pengendalian erosi tanah, mengurangi aliran permukaan, mengikat tanah. Konstruksi vegetasi dapat mengatur keseimbangan air dengan cara intersepsi, infiltrasi, evaporasi dan transpirasi.
Menelaah fungsi penghijauan persekolahan dan fungsi hutan dapat dikatakan bahwa penghijauan persekolahan merupakan unsur dari hutan sekolah. Sedangkan hutan sekolah adalah bagian dari ruang terbuka hijau sekolah. Hutan sekolah (urban forestry) menurut Grey dan Denehe (1978), meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai sekolah besar. Fukuara dkk. (1988) mengemukakan tentang hutan sekolah, yaitu ruang terbuka yang ditumbuhi vegetasi berkayu di wilayah persekolahan yang memberikan manfaat lingkungan sebesar-besarnya kepada penduduk sekolah dalam kegunaan proteksi, estetika serta rekreasi khusus lainnya.
Sedangkan menurut Grey dan Denehe (1978), hutan sekolah (urban forestry) meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai sekolah besar. Mengingat pekarangan mengandung sifat perhutanan yang beraspirasi untuk kepentingan rakyat, maka pengembangan perhutanan yang bersifat pekarangan ini tampaknya lebih demokrasi yaitu sistem agroforestry yang dikelola rakyat. Pekarangan dapat menghasilkan kayu, bambu, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan obat-obatan.
Sebagai konsekuensi tumbuhan sebagai produsen pertama dalam ekosistem, dan mengingat fungsi hutan sekolah dan fungsi penghijauan persekolahan sangat bergantung kepada vegetasi yang digunakan maka tidak perlu lagi dipersoalkan luas lahan sebagai syarat hutan sekolah. Yang penting adalah jumlah dan keanekaragaman vegetasi yang ditaman di persekolahan sebanyak mungkin. Dengan demikian penghijauan persekolahan sebagai unsur hutan sekolah perlu ditingkatkan secara konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan dengan mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian lingkungan dan fungsional. Pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan begitu pula pemeliharaan harus dilakukan secara terus-menerus.
Teknik Penanaman
Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan yaitu dalam teknik penanaman pohon adalah, (1) Pemilihan bibit tanaman. Bibit generatif adalah berasal dari biji, merupakan bibit yang lebih tepat karena mempunyai akar tunggang dan dapat hidup lebih lama. Bibit vegetatif, adalah bibit yang berasal dari bagian-bagian vegetatif tanaman, seperti batang, daun dan akar. Bibit vegetatif umumnya kurang kokoh dan perakarannya dangkal sehingga cepat merusak trotoar, jalan atau saluran drainase.
Bibit yang baik sekurang-kurangnya telah tumbuh di wadahnya selama 6 bulan dengan batang tinggi minimal + 1.50 m dan diameter 0.05 m, untuk mengujinya cukup dengan mencabut bibit tersebut. Apabila bibit mudah lepas dari wadahnya berarti baru dipindahkan dan belum cukup baik ditanam di lapangan, sebaliknya jika sulit dilepaskan berarti perakarannya sudah terbentuk dengan baik dan dapat ditanam di lapangan.
(2) Penanaman. Lubang tanam perlu dipersiapkan sedikitnya satu minggu sebelum penanaman dilakukan. Ukuran lubang tanam sangat bergantung pada besarnya tanaman. Ukuran standar lubang tanam adalah 0.75 m (tinggi) x 0.90 m (lebar) x 0.90 m (panjang); (3) Perawatan pascatanam. Mempertahankan posisi tumbuh agar tetap tegak dan stabil. Menyiram tanaman 2-3 hari sekali terutama di musim kemarau sambil membuang ranting-ranting yang kerimg. Memupuk tanaman 3 bulan sekali dengan pupuk NPK 25 gram per lubang.
Perubahan iklim yang sudah tidak menentu berdampak pada sulitnya manusia membuat perkiraan perkembangan alam. Begitupun gerakan penghijauan sebagai upaya antisipasi global warming harus dibumikan dalam insan pendidikan.
Dampak signifkan dirasakan bersama dengan tidak mudahnya memprediksi gejolak alam. Ditengah anomali iklim (cuaca), gerakan penghijauan sekolah sudah menjadi harga mati. Gerakan sejuta pohon sudah harus mengakar kepada anak didik.
Penghijauan sebagai hasil kesepakatan mempertahankan keseimbangan ekologis sebagai satu bentuk merawat dan memelihara ekosistem yang makin terancam. Perlu program gerakan bersama dalam lingkungan sekolah dalam penanaman dan pengelolaan lingkungan secara terpadu.
Ketaatan akan penataan lingkungan, perlindungan sumber daya buatan, konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, cagar budaya, keanekaragaman dengan selalu mewaspadai dan mengantisipasi perubahan iklim yang semaikin absurd. Oleh karena itu sebuah sosialisasi, keteladanan dari discissionmaker (penentu kebijakan) sekolah dalam mengajak keluarga besar sekolah untuk saling bahu membahu memberikan kesadaran pentingnya sekolah hijau.
Gerakan satu siswa satu pohon baik dalam pot maupun ditanam di lingkungan, sesuai kondisi sekolah. Aksi penanaman, pemeliharaan dan perawatan menjadi tanggung jawab siswa. Disinilah gerakan mencintai kehidupan alam sebagai bentuk penyadaran bahwa merusak alam (penebangan pohon) dapat berkibat fatal. Seperti udara yang panas karena kurangnya peneduh, bahaya tanah longsor dan banjir.
Bila perlu budaya sekolah hijau selalu disisipkan dalam materi pembelajaran baik eksak maupun sosial. Karena sekolah hijau akan berdampak positif pada segala lini mulai dari hidup sehat, budaya cinta lingkungan, masalah ekonomi dan sosial. Tinggal bagaimana sekarang warga sekolah mengimplementasikan secara riil gerakan ”hijau”, yang tidak hanya sekedar wacana tanpa aksi.
Efek global warming semakin hari semakin terasa. Penghijauan merupakan cara terbaik untuk mengurangi hal tersebut. Semakin hari, banyak yang membicarakan tentang efek global warming seperti diantaranya suhu udara yang meningkat, perubahan cuaca ekstrim dan ketidakteraturan musim. Sepertinya, kesadaran manusia akan pentingnya penghijauan sendiri sangat minim. Saya sendiri mengakui bahwa manusia justru semakin sibuk untuk menambah gobal warming itu sendiri seperti, memperparah polusi udara, penggunaan CFC pada lemari Es dan AC, dan lain sebagainya. Sementara yang memikirkan akan penghijauan itu sendiri sangat sedikit.

SMA Negeri 4 Pasuruan telah menggalakkan go green itu sendiri. SMA Negeri 4 Pasuruan pun dipenuhi oleh tanaman-tanaman baik yang sebagai tanaman hutan atau tanaman buah. Walaupun tidak seberapa, tapi apabila semakin banyak manusia yang sadar akan penghijauan dan mencoba untuk menanam satu tanaman saja pasti akan lebih baik.

Yang menjadi kendala saat ini mungkin semakin kurangnya lahan untuk penghijauan itu sendiri, bagaimana kalau kita memulai dari lingkungan terdekat? Seperti misalnya halaman rumah yang bisa ditanami dengan pohon mangga, rambutan, nangka karena selain rumah kita menjadi sejuk buah-buah yang dihasilkan juga bisa kita manfaatkan.

Atau apabila memang tidak ada lagi lahan dirumah kita, kita bisa mulai menaman di pinggir-pinggir jalan, di pinggir lapangan atau tempat umum disekitar kita. Ajak orang rumah atau tetangga kita. Karena sekarang ini semakin prihatin melihat banyaknya areal persawahan yang berubah menjadi perumahan dan pertokoan yang menyebabkan lingkungan tidak hijau, melainkan menjadi gersang. SEMOGA !

“Kebiasaan itu belum tentu benar, tapi yang benar harus dibiasakan !”

UJIAN NASIONAL ( UN )

1. Ujian Nasional adalah kegiatan pengukuran dan penilaian pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Ujian Nasional jenjang SMA / MA dilaksanakan mulai tanggal 16 April 2012 sampai dengan 19 April 2012. Ujian Nasional Susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau yang berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah. Ujian Nasional Susulan dilaksanakan mulai tanggal 23 April 2012 sampai dengan tanggal 26 April 2012.

3. Mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional untuk SMA / MA program IPA meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Matematika, Kimia dan Biologi.Untuk program IPS meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ekonomi, Matematika, Sosiologi dan Geograpfi, dan untuk program Bahasa meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Asing, Antropologi, Matematika,

4. Kisi-kisi soal Ujian Nasional disusun dan ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ).

5. Kriteria kelulusan peserta didik dari Ujian Nasional dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri berdasarkan perolehan nilai akhir.

UJIAN SEKOLAH ( US )

1. Ujian Sekolah adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh sekolah untuk semua mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Ujian Sekolah untuk satuan pendidikan diselenggarakan sebelum penyelenggaraan Ujian Nasional sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan

3. Setiap satuan pendidikan menyelenggarakan Ujian Sekolah untuk semua mata pelajaran.

4. Kisi-kisi soal Ujian Sekolah disusun dan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.

5. Kriteria kelulusan peserta didik dari Ujian Sekolah untuk semua mata pelajaran ditetapkan oleh satuan pendidikan masng-masing berdasarkan perolehan Nilai Sekolah. Nilai Sekolah diperoleh dari gabungan antara Nilai Ujian Sekolah dan nilai rata-rata rapor semester tiga ( kelas XI semester 1) sampai dengan lima ( kelas XII semester 1 )


Nilai Akhir

1. Nilai Akhir diperoleh dari nilai gabungan antara Nilai Sekolah dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan Nilai Ujian Nasional, dengan pembobotan 40% untuk Nilai Sekolah dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan 60% untuk Nilai Ujian Nasional.

2. Peserta didik dinyatakan lulus apabila Nilai rata-rata dari semua Nilai Akhir mencapai paling rendah 5,5 ( lima koma lima ) dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0 ( empat koma nol )

KRITERIA KELULUSAN PESERTA DIDIK DARI SATUAN PENDIDIKAN

Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah:

1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.

2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran yang terdiri atas:

a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;

b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;

c. Kelompok mata pelajaran estetika; dan

d. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

1. Lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Lulus Ujian Nasional.

PENGUMUMAN KELULUSAN

Pengumuman kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan paling lambat tanggal 26 Mei 2012.

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s